640766-hoffman

Menulis adalah Menjewer

Tak jarang kita temui penulis yang hanya menulis untuk sekadar kejar setoran dan menghidupi pedapuran. Barangkali, karya memang segudang tapi kualitas patut dipertanyakan Menulis, memang pekerjaan yang mengasyikkan sekaligus menakutkan. Mungkin, inilah yang dirasakan oleh Pramoedya Ananta Toer si empunya Tetralogi Buru. Tulisan-tulisan yang dirampas, dilarang, dihancurkan hingga diasingkan adalah hal yang biasa bagi Pram.…

Screenshot_5

Kapitalisme Agama

Bagaimana jika kapitalisme bersemayam di tubuh agama? Kapitalisme agama adalah pengkhianatan nilai-nilai profetik. Onggokan kaum agamawan yang diam di tengah penindasan dan meminggirkan hak mustad’afin adalah kebiadaban Agama-agama saat ini bukan lagi menjadi pembebas bagi para kaum tertindas. Sejarah agama sebagai kesadaran ber-Tuhan dan alat perlawanan menjadi kabur dan tak punya nyali menghadapi persekongkolan para…

Screenshot_173

Kemana Selanjutnya Kaki Ini melangkah? Sebuah Pertanyaan Bagi Mahasiswa Baru

Kadang kita merasa tak tentu arah. Menjalani rutinitas yang ada, membuat lupa bahwa ada hidup yang harus dijalani dengan riang. Seringkali bukan melangkah maju yang kita lakukan, tapi berputar di tempat yang sama. Saat tersadar bahwa kita sedang terjebak di putaran arus malah membuat enggan untuk melangkahkan kaki keluar. Terasa lebih nyaman untuk mengikuti sebuah…

xNUsantara1-121508_800x400.jpg.pagespeed.ic.--acHNGxzI

Kerangka Dinamis Menangani Konflik Organisasi: Catatan 18 Tahun KAMMI

Oleh: Anis Maryuni Ardi Pengurus PP KAMMI 2015-2017, Mahasiswa S2 Universitas Pertahanan (UNHAN)   Delapan belas tahun bukanlah perjalanan yang mudah bagi sebuah organisasi untuk menemukan bentuk ideal. Tumbuh dalam waktu yang cukup lama memerlukan konsistensi dan persistensi dalam pengelolaannya. Basis keanggotaan yang tersebar secara meluas di berbagai kampus di Indonesia, menjadikan heterogenitas dalam organisasi…

Screenshot_165

Mengagungkan Akal, Menuhankan Logos: Catatan untuk Penisbat Radikal pada KAMMI

Yusuf Maulana Penulis buku “Aktivis Bingung Eksis”, “Konservatif Ilmiah”, dll. Nama Yahya ibn Ishaq al-Rawandi (827-911  M) terbilang amat asing dalam kajian filsafat Islam. Menurut Ibrahim Madkur dalam Fii al-Falsafah al-Islaamiyyah, yang dinukil oleh A. Khudori Saleh (2014), Ibnu Rawandi tergolong murid cerdas dalam majelis kaum Muktazilah. Sayang, Ibnu Rawandi di kemudian hari berbalik arah…